Mormon Newsroom
Rilis Berita

Presiden Nelson di Konferensi Umum Oktober: Perkenankan Allah Berjaya, Rangkullah Masa Depan, Jalani ‘Normal Baru’

“Allah tidak mengasihi satu ras melebihi yang lainnya,” kata Presiden Nelson.

Bergerak maju, merangkul masa depan dengan iman, memandang masa-masa yang bergejolak sebagai kesempatan untuk berkembang secara rohani dan memilih untuk memperkenankan Allah berjaya dalam kehidupan kita. Itulah beberapa pesan utama yang dibagikan oleh Presiden Russell M. Nelson selama konferensi setengahtahunan ke-190 Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir.

Sementara Presiden Nelson mengungkapkan sukacita atas kesempatan dan kemampuan untuk berkumpul secara virtual untuk konferensi tersebut, dia juga mengungkapkan duka bagi semua yang terkena dampak pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, bencana alam, dan kesulitan-kesulitan lainnya.

“Melalui semua itu Bapa Surgawi kita dan Putra-Nya, Yesus Kristus, mengasihi kita! Mereka peduli kepada kita,” tuturnya. “Mereka dan para malaikat kudus Mereka mengawasi kita.”

Presiden Nelson menambahkan bahwa terlepas dari kegaduhan saat ini di dunia, kita dapat melihat ke masa depan dengan sukacita sewaktu kita berpaling kepada Juruselamat kita, Yesus Kristus.

“Janganlah kita membuang waktu secara sia-sia dengan ingatan masa lalu. Pengumpulan Israel terus bergerak maju. Tuhan Yesus Kristus mengarahkan urusan Gereja-Nya, dan itu akan mencapai tujuan ilahinya.”

Apakah Anda Bersedia untuk Memperkenankan Allah Berjaya dalam Kehidupan Anda?

Dalam konferensi sesi Minggu pagi, Presiden Nelson mengajarkan tentang pengumpulan Israel dan bagaimana itu terkait dengan kesediaan kita untuk memperkenankan Allah menjadi pengaruh paling penting dalam kehidupan kita.

“Satu-satunya cara untuk sintas secara rohani adalah dengan bertekad untuk memperkenankan Allah berjaya dalam kehidupan kita, untuk belajar mendengar suara-Nya dan menggunakan energi kita untuk membantu mengumpulkan Israel,” tuturnya.

Dalam ceramahnya, Presiden Nelson menegaskan kembali bahwa Allah mengasihi semua anak-Nya dan menekankan bahwa rasisme dalam Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir tidak dapat ditoleransi.

“Saya meyakinkan Anda bahwa kedudukan Anda di hadapan Allah tidak ditentukan oleh warna kulit Anda. Berkenan atau tidak berkenan di hadapan Allah bergantung pada pengabdian Anda kepada Allah dan pada perintah-perintah-Nya, dan bukan pada warna kulit Anda.”

Sewaktu Presiden Nelson mengajari para Orang Suci untuk melihat diri mereka berperan serta dalam pengumpulan anak-anak Allah yang sedang terjadi saat ini, dia menyampaikan undangan kenabian ini:

“Sewaktu Anda menelaah tulisan suci Anda selama enam bulan ke depan, saya mengimbau Anda untuk membuat daftar tentang semua yang telah Tuhan janjikan akan Dia lakukan untuk Israel perjanjian. Renungkan janji-janji ini. Bicarakan tentang itu dengan keluarga dan teman Anda. Kemudian hiduplah bagi janji-janji ini dan perhatikan itu digenapi dalam kehidupan Anda sendiri.”


Rangkullah Masa Depan dengan Iman

Berbicara dalam sesi wanita kepada para wanita dan remaja putri usia 11 ke atas, Presiden Nelson mengungkapkan kasih dan penghargaannya atas semua yang telah mereka lakukan untuk menjadi pahlawan setiap hari selama keadaan sulit ini. Dia juga mengingatkan mereka akan janji Tuhan bahwa “jika kamu siap kamu tidak akan takut” (Ajaran dan Perjanjian 38:30) dan mendorong semua untuk mengambil langkah agar lebih siap secara duniawi, rohani dan emosional.

Dia berbagi tiga asas untuk dipertimbangkan:

  1. Ciptakan tempat-tempat keamanan
  2. Persiapkan pikiran Anda untuk setia kepada Allah
  3. Jangan pernah berhenti bersiap

Presiden Nelson mengajarkan, “Keamanan utama kita datang sewaktu kita menyelaraskan diri kita dengan Bapa Surgawi dan Yesus Kristus! Hidup tanpa Allah adalah hidup yang dipenuhi rasa takut. Hidup dengan Allah adalah hidup yang dipenuhi kedamaian.”

Jalani ‘Normal Baru’

Dalam ceramah penutupnya pada Minggu siang, Presiden Nelson mengakui di dunia sekarang ini kita sering mendengar istilah “normal baru.” Namun dia mengundang para murid Yesus Kristus untuk merangkul “suatu normal baru” yang mencakup memalingkan hati kepada Allah, bertobat setiap hari, memberikan pelayanan kepada dan melayani sesama, menjaga perspektif kekal serta hidup setiap hari agar lebih siap untuk bertemu dengan Allah.

Presiden Nelson mengumumkan rencana untuk membangun enam bait suci baru sebelum dia mengakhiri konferensi dengan berkat kedamaian ini:

“Saya memberkati Anda agar dipenuhi dengan kedamaian Tuhan Yesus Kristus. Kedamaian-Nya melampaui segala pemahaman fana. Saya memberkati Anda dengan hasrat dan kemampuan yang meningkat untuk mematuhi hukum-hukum Allah.” Dia melanjutkan, “Saya berjanji bahwa sewaktu Anda melakukannya, Anda akan dilimpahi berkat-berkat, termasuk keberanian yang lebih besar, wahyu pribadi yang meningkat, keharmonisan yang lebih manis di rumah Anda dan sukacita, bahkan di tengah ketidakpastian.”

Catatan Panduan Gaya:Ketika melaporkan tentang Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, mohon gunakan nama lengkap Gereja dalam rujukan pertama. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penggunaan nama Gereja, pergi ke panduan gaya daring kami.Panduan Gaya.