Sebagaimana para astrofisikawan berupaya menembus lebih dalam untuk menemukan keajaiban kosmos, dewasa muda hendaknya terus-menerus berupaya untuk memperdalam keinsafan mereka kepada Yesus Kristus, yang menuntun pada kemuridan seumur hidup.
Ini adalah pesan Penatua Gary E. Stevenson dari Kuorum Dua Belas Rasul dan istrinya, Lesa, selama kebaktian sedunia pada tanggal 3 Mei 2026. Pertemuan dipimpin oleh Penatua James R. Rasband, Komisioner untuk Church Educational System.
Acara bertema kosmos ini menampilkan Penatua dan Sister Stevenson mengunjungi Observatorium Orson Pratt di Brigham Young University dan Planetarium Clark di Salt Lake City.
Memperhatikan dukungan yang diterima dari pusat kendali di bumi untuk misi ke luar angkasa, pemimpin Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir ini memberi tahu dewasa muda bahwa “Anda juga memiliki tim yang berdedikasi dan sangat peduli dengan tujuan misi Anda” untuk menjadi murid Yesus Kristus seumur hidup.
- PlanetariumDevotional-2138_LowRes.jpg
- PlanetariumDevotional-2196_LowRes.jpg
- PlanetariumDevotional-2524_LowRes.jpg
- PlanetariumDevotional-2457_LowRes.jpg
- PlanetariumDevotional-2221_LowRes.jpg
- PlanetariumDevotional-2882_LowRes.jpg
- PlanetariumDevotional-1591_LowRes.jpg
- PlanetariumDevotional-2431_LowRes.jpg
- PlanetariumDevotional-1371_LowRes.jpg
- PlanetariumDevotional-320_LowRes.jpg
- PlanetariumDevotional-182_LowRes.jpg
| Temple Square is always beautiful in the springtime. Gardeners work to prepare the ground for General Conference. © 2012 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved. | 1 / 2 |
“Dimulai dengan [Kristus], melalui seorang nabi yang hidup, Presidensi Utama, dan Kuorum Dua Belas—bersama dengan para pemimpin, keluarga, dan orang-orang terkasih yang berdedikasi—Anda tidak sendirian,” tutur Penatua Stevenson.
Sister Stevenson mengatakan, “Jika kita pernah merasa keinsafan kita telah rampung, marilah kita mengundang diri kita sendiri untuk takjub bahwa kita dapat selalu memperdalam keinsafan dan iman kita kepada Yesus Kristus dan Pendamaian-Nya.”
Seseorang selalu dapat memperdalam keinsafannya, Penatua Stevenson menambahkan.
Pasangan itu meminta teman sebaya dewasa muda di seluruh dunia untuk membagikan gagasan mereka untuk memperdalam keinsafan mereka kepada Kristus. Mereka menampilkan komentar dari dewasa muda di Filipina, Angola, Indonesia, Meksiko, dan Finlandia, serta beberapa anggota yang hadir secara langsung di Salt Lake City. Beberapa komentar ini disertakan di bawah ini.
Beribadat di Bait Suci
Leah Flores dari Filipina mengatakan kehadiran di bait suci secara teratur telah membantunya memperdalam keinsafannya kepada Juruselamat.
“Setelah kembali dari misi saya, saya menyadari betapa mudahnya terjebak dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. “Dan saya ingat suatu kali ketika saya pergi ke bait suci merasa sedikit teralihkan secara rohani. Hidup begitu sibuk, dan saya merasa tidak sedekat dengan Yesus Kristus seperti yang saya inginkan. Namun sewaktu saya duduk di sana, saya merasakan kedamaian dan kejelasan yang tenang ini, yang sudah lama tidak saya rasakan. Dan itu mengingatkan saya akan kasih Allah dan pengalaman rohani yang saya miliki dalam misi saya.”

PlanetariumDevotional-1591_LowRes.jpg
Penatua Gary E. Stevenson dan istrinya, Lesa, berkunjung bersama dewasa muda di dalam Planetarium Clark.© 2026 by Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.Menghadiri Institut
Sister Cinta dari Indonesia mengatakan bahwa kelas-kelas Institut Religi lokalnya telah menyediakan komunitas yang terdiri dari dewasa muda lainnya yang menghadapi tantangan hidup seperti dirinya sendiri, seperti rasa takut bahwa imannya lemah. Pengalaman itu, tuturnya, telah memupuk pertumbuhan rohani.
“Saya telah belajar bahwa iman kita untuk datang kepada Yesus Kristus tidak selalu harus sempurna,” tuturnya. “Sewaktu kita dengan rendah hati terus berupaya untuk melayani Bapa Surgawi, saya percaya segalanya akan baik-baik saja. Saya tahu bahwa Yesus Kristus hidup dan bahwa Dia sangat mengasihi kita semua. Sewaktu kita terus berusaha untuk datang kepada-Nya, bahkan dengan hanya sedikit iman, Dia akan terus membantu kita bertumbuh.”

PlanetariumDevotional-2457_LowRes.jpg
Dewasa muda berpartisipasi dalam kebaktian sedunia.© 2026 by Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.Berfokus pada Pendamaian Kristus
Aatos Airto dari Finlandia mengatakan bahwa berfokus pada Pendamaian Yesus Kristus telah membantunya mempertahankan kekuatan rohani yang pernah dia alami sebagai misionaris penuh waktu.
“Saya ingat bahwa Pendamaian Kristus, yang telah saya ajarkan selama dua tahun terakhir, juga berlaku untuk saya—bahwa itu nyata, dan bahwa saya dapat berpegang teguh padanya, bertumbuh, dan bergerak ke atas menuju ketinggian baru dan puncak baru,” tuturnya. “Apa yang membantu saya mendaki ke puncak gunung itu adalah menjaga fokus saya, tentu saja, pada Kristus.”
Mengikuti Teladan Kristus dalam Segala Hal
Victoria Barlow dari Utah berkata bahwa keinsafan yang lebih dalam dapat datang ketika kita memolakan semua yang kita lakukan menurut Juruselamat.
“Saya dapat … benar-benar berusaha dan mengikuti teladan-Nya dalam segala hal yang saya lakukan—dalam cara saya menelaah tulisan suci, dalam cara saya mengasihi orang-orang di sekitar saya, dan bagaimana saya memilih untuk belajar tentang Injil, dan bagaimana saya mengunjungi bait suci,” katanya. “Benar-benar melakukannya dan melayani serta menyampaikannya kepada orang lain adalah bagaimana saya dapat benar-benar memperdalam keinsafan saya kepada Kristus, dan mengetahui semua tentang Dia dan semua yang Dia inginkan saya untuk menjadi.”
Penatua Stevenson menyimpulkan dengan pengingat bahwa melihat lebih dalam ke ruang angkasa melalui kemajuan teknologi canggih telah menghasilkan gambar-gambar ruang angkasa yang menakjubkan dan spektakuler. Demikian pula, katanya, berkat-berkat akan datang kepada setiap dewasa muda sewaktu mereka berupaya untuk memperdalam keinsafan mereka kepada Yesus Kristus.
“Kami mengasihi Anda. Kami menangis bersama Anda dalam kemunduran Anda dan bersukacita—bahkan bersorak—dalam keberhasilan Anda,” Rasul bertutur. “Saya memberikan kesaksian tentang Bapa Surgawi yang penuh kasih dan kuasa-Nya yang tak terbatas. Saya kagum akan ciptaan-ciptaan-Nya yang menakjubkan—dunia-dunia tak terhitung jumlahnya yang diciptakan untuk tujuan-Nya sendiri oleh Sang Putra yang adalah Putra Tunggal-Nya—Dialah yang menciptakannya. Saya menambahkan kesaksian bahwa Pendamaian Yesus Kristus bersifat tak terbatas dan kekal. Kita memuliakan Bapa sewaktu kita berusaha untuk kembali kepada-Nya. Ini dimungkinkan melalui perantara kita dengan Bapa, Juruselamat kita, Penebus kita—Yesus Kristus. Dia mengenal Anda masing-masing dan bersukacita sewaktu Anda berusaha untuk mengenal Dia.”
You can download a word cloud and supporting slides referenced by Elder and Sister Stevenson.
