Penatua Caussé memulai perjalanan pemberian pelayanan kerasulan pertamanya ke Asia dengan mengorganisasi kembali Presidensi Pasak Singapura pada 19 April 2026, dengan Tujuh Puluh Area yang baru-baru ini dipanggil dari India, Penatua Peter Bushi. Setelah wawancara 10 menit dengan 19 brother yang mereka temui sehari sebelumnya, Penatua Caussé menjanjikan kepada mereka yang menghadiri Konferensi Pasak bahwa itu akan menjadi pengalaman yang unik dan bersaksi tentang bimbingan Roh serta kepemimpinan Juruselamat dalam Gereja Yesus Kristus.
Dia bertemu para remaja saat sarapan pagi sebelum Konferensi Pasak dan mengundang mereka untuk mempersiapkan diri sedini mungkin untuk melayani misi. Kehadirannya memberi Brielle Gutierrez, seorang remaja Pasak Singapura, keyakinan akan pemanggilannya sebagai Rasul. Dia merasa “dia [Penatua Caussé] melihat hasrat saya untuk melayani misi” dan “potensi saya untuk menjadi misionaris.”
- COJC-Church-VIP-Visit-RE-001.jpg
- COJC-Church-VIP-Visit-RE-004.jpg
- COJC-Church-VIP-Visit-RE-008.jpg
- COJC-Church-VIP-Visit-RE-013.jpg
- COJC-Church-VIP-Visit-RE-015.jpg
- COJC-Church-VIP-Visit-RE-024.jpg
- COJC-Church-VIP-Visit-RE-032.jpg
- COJC-Church-VIP-Visit-RE-027.jpg
| Temple Square is always beautiful in the springtime. Gardeners work to prepare the ground for General Conference. © 2012 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved. | 1 / 2 |
Selama Konferensi, Penatua Caussé menasihati para anggota untuk “bekerja dan mempersiapkan diri kita untuk bertemu Juruselamat, karena pada saat itu kita akan merasa dikasihi lebih daripada yang pernah kita rasakan sebelumnya” dengan perasaan yang tak terlukiskan karena dikasihi oleh Tuhan. Nasihat ini membantu Marlene Lau, seorang anggota Pasak, menemukan arahan yang dia cari untuk langkah-langkah selanjutnya, yaitu “berfokus pada hal yang paling penting” dan “menyingkirkan” hal-hal yang tidak membantunya mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Allah.
Pada pertemuan misionaris di Indonesia dan Vietnam, Penatua Caussé mengungkapkan bagaimana dia selalu mengasihi misionaris tetapi ini meningkat setelah dia dipanggil sebagai Rasul dan harus mulai menugaskan mereka dalam misi mereka. Dia membagikan bagaimana dia tersentuh hingga menangis saat pertama kali melakukannya, saat dia merenungkan dampak yang mengubah kehidupan dari keputusan yang dipimpin oleh Roh, dan mengimbau para misionaris untuk menggunakan misi sebagai kesempatan untuk mengubah kehidupan mereka sendiri. Dia juga memperhatikan kepercayaan dan rasa hormat yang Gereja nikmati di kedua negara, dan potensi tak terbatas untuk pekerjaan misionaris di sana.
- DSC_1904.jpg
- DSC_1878.jpg
- DSC_2041.jpg
- DSC_2375.jpg
- DSC03444.jpg
- DSC04147.jpg
- DSC04250.jpg
- FSY00388.JPG
| Temple Square is always beautiful in the springtime. Gardeners work to prepare the ground for General Conference. © 2012 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved. | 1 / 2 |
Dan dalam kebaktian anggota, dia menekankan pentingnya memberikan kesaksian sederhana tentang Juruselamat melalui Roh kepada para Orang Suci di Jakarta dan mengundang mereka untuk “berdoa setiap hari agar bait suci ini dibangun.” Dia menyaksikan kepada para Orang Suci Hanoi tentang potensi pemberian Allah di antara mereka secara individu, kolektif, dan dalam Gereja di sana, dan mengundang mereka untuk melihat potensi orang lain serta mengundang mereka untuk “datang dan melihat” Gereja dan merasakan Roh Kudus.
Bapa Bangsa Pasak Jakarta Indonesia, Manuel Meyer, yang bertindak sebagai penerjemah bagi Penatua Caussé, menceritakan bahwa dia melihat ke sampingnya dan menyaksikan lautan “wajah-wajah yang bahagia dan diberkati”, serta beberapa kali terharu hingga meneteskan air mata selama khotbah Penatua Caussé ketika dia berbagi pengalaman secara pribadi dan dari lubuk hatinya.
- X2PR7682.jpg
- XT5S6466.JPG
- XT5S6546.JPG
- XT5S6575.jpg
- XT5S6227.JPG
- X2PR7437.JPG
- XT5S6360.JPG
- FSY00449-copy.jpg
| Temple Square is always beautiful in the springtime. Gardeners work to prepare the ground for General Conference. © 2012 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved. | 1 / 2 |
Bagi dewasa lajang muda Distrik Hanoi Vietnam dan purnamisionaris Thị Ngọc Quỳnh Vũ, seruan Penatua Caussé untuk “melihat potensi Anda dan percaya pada potensi ilahi Anda” adalah paling berkesan dan mengingatkannya untuk melihat dirinya seperti itu. “Allah melihat saya juga,” dia menegaskan. “Dia mengenal saya secara pribadi, Dia sangat mengasihi saya, dan Dia juga memercayai saya.”

FSY00461-copy.jpg
Penatua dan Sister Caussé menyapa para anggota yang bekerja jauh dari kampung halaman di sebuah cabang di Hong Kong, Tiongkok pada 26 April 2026.2026 by Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.Penatua Caussé menyelesaikan perjalanan pemberian pelayanannya di Hong Kong dan menghabiskan hari Minggu terakhirnya di tengah-tengah para anggota yang bekerja jauh dari rumah. Dia berbagi sakramen dengan mereka dan mendapati bahwa “kami memiliki kesempatan untuk saling mengajar” sewaktu dia bersaksi kepada mereka tentang menerima penglihatan tentang “identitas kekal Anda, kodrat ilahi Anda, dan potensi ilahi Anda” di bait suci dan bagaimana “tidak seorang pun dari Anda berada di luar jangkauan berkat-berkat tak terbatas Tuhan.”
Dalam mengakhiri pelayanannya di Asia, Penatua Caussé merenungkan, “Saya hanya ingin mengatakan bahwa pesan yang saya miliki untuk area ini, seperti untuk seluruh dunia, adalah pesan dari Rasul Tuhan—bahwa saya tahu Yesus hidup, bahwa Gereja-Nya telah dipulihkan di atas bumi. Itu dapat beradaptasi dengan budaya apa pun, itu dapat beradaptasi dengan iklim apa pun, dengan bangsa mana pun, karena itu ditakdirkan untuk memungkinkan permuliaan bagi semua putra dan putri Allah yang pengasih.”