Mormon Newsroom
Rilis Berita

Goody Bag Terangi Dunia Menghadirkan Keceriaan Natal bagi Bali yang Dilanda Pandemi

Lebih dari 1.220 goody bag [bingkisan tas hadiah] dan kotak makanan ringan Terangi Dunia berisi makanan pokok dan barang-barang kebersihan pribadi disalurkan di Kuta, Bali, selama berbagai acara sebagai bagian dari prakarsa pelayanan Natal. Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia, bekerja sama dengan Majelis Pelayanan Umat Kristen (MPUK) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), menyelenggarakan seremoni serah-terima utama pada tanggal 15 Desember 2021, setelah berbulan-bulan persiapan dan pembinaan hubungan.

Upacara diadakan di kantor kotamadya setempat di Kuta, dengan tamu dari kepolisian, pimpinan TNI, dan organisasi-organisasi keagamaan lainnya. Setidaknya, enam puluh perwakilan dari berbagai denominasi Kristen yang sebelumnya tidak pernah mengenal atau mungkin belum paham tentang Gereja maju ke depan untuk menerima goody bag tersebut atas nama anggota mereka. Total ada sekitar 600 tas yang disalurkan pada acara ini.

“Saya berterima kasih atas peran serta komunitas Kristen di kabupaten saya,” kata Dr. Drs. I Putu Parwata, M.M, anggota DPRD Kabupaten Administratif Badung (yang membawahi Kuta), dalam pesan penutupnya. “Program semacam ini membantu meringankan beban pemerintah daerah saat kami terus berusaha untuk mendukung masyarakat kami di sini. Kami berterima kasih kepada Gereja Yesus Kristus dan kerja sama lintas agama dalam program ini. Sekali lagi, ini membuktikan bahwa umat lintas agama tetap solid meski melewati masa-masa sulit.”

ID-LTW-2021.9.png
ID-LTW-2021.10.png
ID-LTW-2021.11.png
ID-LTW-2021.12.png
ID-LTW-2021.12.png
Pembagian goody bag Terangi Dunia dari gereja-gereja penerima kepada anggotanya pada hari Rabu, 15 Desember 2021 di Kuta, Bali.

  

Upacara singkat untuk program diakhiri dengan doa penutup yang diucapkan oleh seorang pendeta Hindu Bali, yang dalam doanya memohon kepada Hyang Widhi (istilah untuk “Allah Yang Maha Kuasa” dalam kepercayaan Hindu) untuk memberkati Gereja. Dia juga berterima kasih kepada Gereja karena telah memberkati masyarakat setempat Kuta dan daerah-daerah lain di Bali yang akan menerima goody bagtersebut.

Tetapi upaya Terangi Dunia tidak berakhir di situ.

ID-LTW-2021.13.png
ID-LTW-2021.13.png
Penyaluran 100 goody bag kepada pekerja industri yang terkena dampak di Cabang Bali pada hari Rabu, 15 Desember 2021.

  

Setelah acara, 100 goody bag lagi dibagikan di gedung Cabang Bali kepada para pekerja di industri perhotelan, perparkiran, dan keamanan. Industri-industri ini diidentifikasi oleh para pemimpin Gereja sebagai yang paling terpukul secara finansial selama pandemi. Kupon-kupon telah dikeluarkan sebelumnya untuk keluarga-keluarga yang memenuhi syarat dan dikumpulkan kembali di gedung Gereja pada tanggal 15 Desember.

ID-LTW-2021.14.jpeg

ID-LTW-2021.15.jpeg
ID-LTW-2021.15.jpeg
Paket terakhir goody bag Terangi Dunia dikirimkan ke mitra pelayanan jangka panjang Cabang Bali, Niti Mandala Club, pada hari Rabu, 15 Desember 2021, di Kuta, Bali.

  

Pengiriman 22 goody bag selanjutnya dilakukan pada tanggal 15 Desember ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Niti Mandala Club, mitra pelayanan jangka panjang Gereja di Bali. Klub ini adalah sekolah nonformal bagi siswa penyandang disabilitas, berasal dari keluarga-keluarga tidak mampu atau korban kekerasan dalam rumah tangga. Upaya-upaya ini dan lainnya—termasuk acara sebelumnya di mana Gereja membagikan 26 goody bag Terangi Dunia untuk amal pada perayaan Natal anggota DPRD—membawa keceriaan yang sangat dibutuhkan masyarakat yang dilanda pandemi di Kuta.

ID-LTW-2021.16.jpg

ID-LTW-2021.17.jpg
ID-LTW-2021.18.jpg
ID-LTW-2021.18.jpg
Goody bag Terangi Dunia diberikan pertama kali pada perayaan Natal anggota DPRD.

  

Mengomentari keseriusan situasi di Kuta, Ketua MPUK Kabupaten Badung dan Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGIP) Provinsi Bali, Pendeta Jonathan Suharto, mengatakan bahwa situasinya “lebih buruk daripada pasca-Bom Bali I dan II dahulu pada tahun 2002 dan 2005.” Sebelum COVID-19, kawasan Kuta dikenal sebagai salah satu kota wisatawan tersibuk di Indonesia. Namun apa yang dahulunya merupakan atraksi kehidupan malam, pusat kuliner, dan tempat selancar telah menjadi lebih seperti kota hantu, dengan penduduk lokal Bali, yang bergantung pada pariwisata untuk mata pencarian mereka, sangat terdampak.

Barang-barang dalam goody bag dimaksudkan untuk membantu para penerima memenuhi kebutuhan dasar. Bantuan tersebut mencakup persediaan makanan seperti beras, minyak goreng, ikan kaleng sarden dan biskuit serta persediaan kebersihan yang diminta MPUK seperti masker, penyanitasi tangan, thermogun, deterjen untuk mencuci pakaian, perawatan mulut dan sabun mandi untuk membantu orang melalui situasi COVID-19 yang sedang berlangsung.

ID-LTW-2021.19.png
ID-LTW-2021.19.png
Foto para penyelenggara utama acara serah-terima Terangi Dunia pada hari Rabu, 15 Desember 2021 di Kuta, Bali.

  

Membangun Jembatan Kepercayaan Melalui Warisan Pelayanan

Prakarsa Terangi Dunia juga memberikan kesempatan untuk memperkuat hubungan baik antara Gereja di Indonesia dan pemerintah daerah serta para pemimpin agama, membangun jembatan kepercayaan lebih lanjut di negara ini. Secara khusus, pengenalan dan kemitraan Gereja dengan MPUK difasilitasi oleh dewan urusan kemasyarakatan nasional Gereja, yang memanfaatkan hubungan yang ada dengan badan ekumenis nasional, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

Tiga tahun lalu, Gereja telah bekerja sama dengan PGI untuk mengirimkan bantuan darurat ke wilayah Palu di Indonesia, yang telah diluluhlantakkan oleh gempa bumi berkekuatan 7,5 pada Skala Richter dan tsunami lokal setelahnya. Bencana kembar pada tanggal 28 September 2018 tersebut, menyebabkan krisis kemanusiaan yang besar di negara yang sudah kacau-balau akibat gempa bumi lain yang terjadi hanya beberapa bulan sebelumnya. Menambah sumber daya yang dipasok oleh PGI, Latter-day Saint Charities (LDSC), badan kemanusiaan Gereja, menyediakan 25 dari 28 ton perbekalan yang dibutuhkan di Palu, dengan Angkatan Laut Indonesia terlibat untuk mengirimkan perbekalan itu ke zona bencana.

Janji dukungan yang tepat waktu dan murah hati dari Gereja membangun jembatan kepercayaan dengan Pendeta Nengah Suama dari Gereja Protestan Bali (GKPB), ketua PGI Provinsi Bali saat itu dan mantan Uskup Sinode GKPB, mendukung Gereja di Bali. Karenanya, pada pertengahan tahun 2021 ketika Brother Sandiakira Pagalla, penasihat kedua dalam presidensi Gereja Cabang Bali, menerima telepon dari Tujuh Puluh Area, Penatua Djarot Subiantoro, yang memintanya untuk membangun jembatan hubungan lebih lanjut di Bali, mereka dapat memanfaatkan warisan pelayanan yang diberikan di masa-masa sebelumnya.

Mengenang panggilan telepon setengah tahun yang lalu tersebut, Brother Pagalla berbagi, “Saya pikir acara ini datang pada waktu dan tempat yang tepat … dan telepon dari Penatua Subiantoro datang. Adalahkeputusan yang tepat untuk meminta dewan urusan kemasyarakatan untuk datang dan membantu acara ini dan saya senang mereka sangat membantu. Terima kasih atas bantuan Gereja.”

Catatan Panduan Gaya:Ketika melaporkan tentang Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, mohon gunakan nama lengkap Gereja dalam rujukan pertama. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penggunaan nama Gereja, pergi ke panduan gaya daring kami.Panduan Gaya.