Surabaya, Indonesia—Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir mendukung pendidikan dan kesejahteraan penyandang disabilitas melalui dua inisiatif, yaitu peningkatan fasilitas di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya serta pembagian 500 paket makanan dan paket kebersihan kepada siswa dari 65 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Surabaya dan Sidoarjo.
Kedua program ini dilaksanakan melalui kemitraan dengan sekolah, pemerintah, dan organisasi masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, Gereja berupaya mendukung lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mudah diakses bagi murid-murid penyandang disabilitas beserta keluarga mereka.
“Gereja berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap proyek benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi mereka yang kami layani. Saya berharap setiap orang dapat melihat bahwa Gereja menjalankan pekerjaan Tuhan melalui tindakan nyata untuk melayani sesama dan membawa perubahan bagi kehidupan banyak orang,” jelas Penatua David L. Buckner, Presidensi Area Asia Gereja.
Meningkatkan Fasilitas Pendidikan dan Layanan Terapi
Di YPAC Surabaya, bantuan Gereja diwujudkan melalui peningkatan berbagai fasilitas sekolah yang mencakup renovasi taman bermain, penggantian pintu dan jendela yang rusak, pembaruan aksesibilitas kamar mandi, serta penyediaan alat terapi untuk mendukung layanan rehabilitasi.
- YPAC-Students-open-the-ceremony-with-a-song.JPG
- Ribbon-cutting-YPAC-Surabaya.JPG
- Church-Representative-greeting-YPAC-Students.JPG
- Group-picture-at-YPAC.JPG
- 24-2.jpg
| Temple Square is always beautiful in the springtime. Gardeners work to prepare the ground for General Conference. © 2012 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved. | 1 / 2 |
Peresmian proyek dilakukan pada Sabtu, 4 Juli 2026, dan dihadiri oleh Penatua Buckner bersama beberapa perwakilan Gereja lainnya. Usai peresmian, para guru langsung mendampingi murid satu per satu untuk mencoba fasilitas baru tersebut. Senyuman dan antusiasme terlihat di wajah para guru dan anak-anak yang menikmati permainan baru tersebut.
Ny. Sjahrul, Ketua YPAC Surabaya, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Gereja, “Kami sangat bersyukur karena anak-anak sekarang mempunyai ruang untuk bermain yang sangat bermanfaat bagi mereka. Kami juga berterima kasih atas perbaikan ruang-ruang pendidikan yang selama bertahun-tahun belum pernah diperbaiki.” Dia kemudian menambahkan bahwa ini bukan hanya sekadar taman bermain, tetapi ini adalah tempat bagi murid-murid penyandang disabilitas untuk bisa bergerak secara aman dan nyaman.
Dengan klinik dan layanan rehabilitasi yang juga terbuka bagi masyarakat umum, manfaat proyek ini tidak hanya dirasakan oleh 75 siswa dan 46 anak dari YPAC, tetapi juga masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut.
Memperkuat Dukungan bagi Anak dan Keluarga
Selain peningkatan fasilitas pendidikan, Gereja menunjukkan komitmen untuk mendukung inisiatif ini dengan menyelenggarakan pembagian paket makanan dan paket kebersihan kepada 500 siswa dari 65 SLB di Surabaya dan Sidoarjo pada Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Pusat Distrik Gereja di Surabaya ini dihadiri oleh para siswa, guru, orang tua, serta perwakilan Dinas Pendidikan.
- Group-photo-of-the-beneficiaries-to-500-food-packages-and-hygiene-kit.JPG
- volunteers-help-preparing-the-food-packages-dan-hygiene-kits.JPG
| Temple Square is always beautiful in the springtime. Gardeners work to prepare the ground for General Conference. © 2012 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved. | 1 / 2 |
Sejak pagi, bus, mobil, angkutan umum, hingga becak memenuhi area parkir. Meski cuaca cukup terik, para peserta tetap datang tepat waktu. Seusai menerima paket kebersihan, beberapa anak tampak bahagia dan langsung membukanya bersama guru dan orang tua yang mendampingi mereka.
Bapak Mickey Lui, Direktur Urusan Duniawi Area Asia untuk Gereja, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Gereja dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Bapak Lui menambahkan, “Kami melihat kebutuhan di komunitas, khususnya di sekolah-sekolah bagi anak penyandang disabilitas. Kami ingin mengambil bagian dalam melayani mereka agar mereka dapat merasakan kasih dan kepedulian dari Gereja.”
Menurut Bapak Saji, S.Pd., M.M., Pengawas Pendidikan Khusus wilayah Surabaya dan Sidoarjo, sebagian besar SLB di kedua wilayah tersebut merupakan sekolah swasta yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Di sisi lain, tidak sedikit siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera sehingga membutuhkan dukungan tambahan untuk menunjang pemelajaran dan aktivitas sehari-hari.
Ibu Ninik Hudahawanti, Wakil Kepala SLB YPAC Surabaya, mengatakan bahwa dampak dari perhatian tersebut juga dirasakan secara emosional oleh para siswa yang membuat mereka merasa dihargai dan diperhatikan.
“Anak-anak kami merasa bangga dan lebih percaya diri karena mereka tahu ada banyak pihak yang peduli kepada mereka. Bantuan ini tidak hanya membantu kesejahteraan mereka, tetapi juga membuat mereka merasa diperhatikan,” ungkap Ibu Ninik.