Lebih dari 30 perwakilan anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir bergabung bersama 300 lebih peserta lainnya dari berbagai latar belakang agama dalam Jalan Sehat Lintas Agama yang diselanggarakan pada hari Sabtu, 24 Oktober 2026.
Dr. H. Dedie Abdul Rachim, M.A. sebagai Wali Kota Bogor turut hadir untuk mendukung dan menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurut Dedie Rachim, kegiatan ini sangat baik karena sesuai dengan “DNA [karakter khas] orang Bogor yang cinta perdamaian, menjunjung tinggi toleransi, dan saling menghormati satu sama lain.”
-
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menandatangani deklarasi damai dalam kegiatan Jalan Sehat Lintas Agama 2026 di Bogor. Foto: BASOLIA
-
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Ketua Umum BASOLIA, Arifin Himawan, melepas peserta Jalan Sehat Lintas Agama 2026 yang diikuti oleh masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Foto: BASOLIA
| 1 / 2 |
Sebelum melakukan pelepasan untuk memulai Jalan Sehat, Dedie Rachim mengawali penandatanganan Deklarasi Damai untuk “Memperkuat Kebersamaan, Menjaga Perdamaian” yang kemudian diikuti oleh para perwakilan lintas agama dan warga Bogor lainnya.
Jalan Sehat yang diselenggarakan di Plaza Balaikota Bogor ini diadakan dengan tujuan untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan perdamaian. Selain untuk memperingati Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada tanggal 16 November, acara ini juga diadakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, yakni pada tanggal 28 Oktober, dan juga Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November.
Selaku ketua panitia, Ahmad Nurcholish menyampaikan, “Melalui Jalan Sehat Lintas Agama ini kami berharap dapat menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya sehingga mereka dapat saling mengenal, berdialog, berbagi cerita, mengikis prasangka satu sama lain sehingga memperkokoh kebersamaan dalam perbedaan serta menjaga perdamaian bersama.”
Ahmad Nurcholish kemudian menambahkan bahwa kita juga bisa meneladani jejak pahlawan kita dengan cara meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama, dan meneguhkan persatuan serta kesatuan dalam jiwa kebinekaan kita.
Hadir mewakili agama Konghucu, Andri Harsono menyampaikan kesan dan manfaat yang bisa didapat dari acara ini. Menurut Andri Harsono, acara seperti ini dapat mengedepankan toleransi bagi semua agama untuk menjadi lebih akrab dan mengurangi individu yang menjadi antitoleran. “Mudah-mudahan kalau sering bertemu, sering berbicara, dan sering ngobrol, jadi akan lebih dekat,” ujar Andri Harsono.
Tidak hanya menyediakan ruang untuk saling bertemu dan mengenal satu sama lain, menurut Arif Zuwana, ketua majelis GKI (Gereja Kristen Indonesia) Pengadilan, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai kebersamaan dan perbedaan.
“Dengan berbagai perbedaan, bukan menjadikan kita untuk minta dihargai, tapi untuk saling menghargai. Yang berbeda tidak mungkin disamakan, tetapi yang sama, mari kita jalani untuk terus kita pupuk sehingga kita bisa maju bersama dan segera membangun bangsa kita menjadi bangsa yang hebat,” ujar Arif Zuwana.
-
Anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir berpartisipasi dalam Jalan Sehat Lintas Agama 2026 bersama masyarakat dan perwakilan berbagai komunitas agama di Bogor. Foto: BASOLIA
-
Sari Kannu bersalaman dengan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dalam kegiatan Jalan Sehat Lintas Agama 2026. Foto: Sari Kannu
| 1 / 2 |
Mewakili Gereja, beberapa anggota Lingkungan ke-1 dan ke-2 Bogor juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Kebersamaan, Menjaga Perdamaian” ini.
Rasa damai dan sukacita dirasakan oleh Sari Kannu, anggota Gereja dari Lingkungan ke-1 Bogor, ketika ia bisa bertemu, menyapa, dan mengenalkan Gereja kepada partisipan lain dengan kepercayaan yang berbeda. Bagi Sari Kannu, interaksi yang dilakukan perwakilan anggota Gereja dengan partisipan lainnya merupakan pengalaman yang baik dan berharga bagi mereka, dan merupakan upaya untuk menghormati perbedaan.
Sehubungan dengan diselenggarakannya Forum Antaragama G20 di Salt Lake City pada 15 Oktober 2026 belum lama ini, Presiden Dallin H. Oaks sebagai Presiden Gereja menyambut pemimpin agama dari berbagai negara dan “mengapresiasi upaya membangun perdamaian dan saling pengertian dengan tetap menghormati perbedaan keyakinan.”
Menurut Sari Kannu, bergabung dalam Jalan Sehat ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengikuti anjuran Presiden Oaks yang mengatakan, “Kami ingin menjadi bagian dari upaya Anda [dalam membangun perdamaian] dan memohon berkat Tuhan bagi kita semua dalam melangkah ke depan.”
“Dengan kondisi dunia yang sedang tidak baik, di mana perbedaan kepercayaan sangat rentan menjadi pemicu pemecah kesatuan suatu bangsa, kegiatan ini memberikan dampak positif bahwa kita semua bisa memberikan cahaya kita untuk menjadi pembawa damai bagi orang-orang yang ada di sekitar kita,” ucap Sari Kannu.
-
Wanita Hindu Dharma Indonesia menampilkan Tari Pendet Bali dalam rangkaian acara Jalan Sehat Lintas Agama 2026, sebagai bagian dari perayaan keberagaman seni dan budaya. Foto: BASOLIA
-
Pertunjukan “Lion Dance” oleh Grup Kesenian Barongsai (GKB) Bogor Indonesia memeriahkan rangkaian acara Jalan Sehat Lintas Agama 2026 di Bogor. Foto: BASOLIA
-
Sanggar Seni Etnika Daya Sunda (EDAS) menampilkan pertunjukan seni budaya Sunda dalam rangkaian acara Jalan Sehat Lintas Agama 2026 di Bogor. Foto: BASOLIA
| 1 / 2 |
Acara yang dihadiri oleh perwakilan lintas agama dari Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu ini ditutup dengan penampilan “Panggung Seni Lintas Agama.” Pertunjukan ini menjadi wujud perayaan perbedaan keyakinan, upaya membangun kerukunan, saling menghormati perbedaan, dan menjaga perdamaian.